Quantum Teleportation, Teknologi Mesin Terbaru yang Mencengangkan

Quantum Teleportation, Teknologi Mesin Terbaru yang Mencengangkan

Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong munculnya berbagai teknologi mesin terbaru yang canggih dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Artificial Intellegent (AI), jaringan 5G, printer 3 Dimensi, dan penemuan canggih lainya. Salah satu penemuan yang cukup mencengangkan, dan sebelumnya di pandang hanya sebagai imajinasi adalah “Quantum Teleportation” (mesin teleportasi).

Albert Einstein sang ilmuwan jenius bahkan menganggap mesin teleportasi hanyalah sebuah khayalan belaka. Dengan kata lain, Einstein tidak mempercayai ada sebuah teknologi yang bisa membuat sebuah materi berpindah tempat menembus ruang dan waktu dalam waktu yang sangat singkat, seperti yang adapada film-film fiksi ilmiah seperti Star Trek.

 

Sejarah Mesin Quantum Teleportation

Dahulu, manusia melakukan perpindahan dengan berjalan kaki, atau menunggangi hewan. Karena cost waktu dan energi yang besar, manusia kemudian menciptakan roda agar dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan lebih cepat dan mudah. Muncul berbagai teknologi mesin dan diciptakan berbagai kendaraan sederhana, hingga yang memanfaatkan teknologi mesin terbaru.

Terinspirasi dari film fiksi ilmiah, Charles Bennet (1993) menyuarakan gagasan menciptakan mesin teleportasi yang mampu memindahkan sebuah objek hanya dalam sekedipan mata. Dibentuklah California Institute of Technology (Caltech) pada tahun 1998 untuk bereksperimen menteleportasikan foton, partikel energi dalam cahaya. Percobaan tersebut mengalami kegagalan, karena prinsip ketidakpastian Heisenberg dimana partikel-partikel teleportasi akan terurai sehingga objek teleportasi hancur.

Mengatasi masalah ketidakpastian Heisenberg, ilmuwan menggunakan prinsip Entanglement. Setelah melalui berbagai percobaan, akhirnya ilmuwan berhasil menciptakan Quantum Communications yang lebih kita kenal dengan teknologi fiber optic, dimana sebuah data dipecah menjadi foton / cahaya dan di transmisikan melalui kabel fiber optic. Sebagai makhluk pembelajar, manusia kurang puas dan berusaha untuk bisa menteleportasikan sebuah objek.

Memasuki abad 21, ilmuwan menemukan teknologi yang disebut sebagai
Quantum Teleportation. Namun sayangnya bukan teleportasi seperti yang ada pada film Star Trek. Teleportasi yang dimaksud adalah perpindahan 2 kuantum yang terpisah jarak sekitar 3 meter. Memang jarak teleportasi masih relatif sangat dekat. Namun teknologi mesin terbaru ini merupakan sebuah loncatan besar dalam ilmu pengetahuan, dan terus mengembangkan untuk memindahkan benda lebih jauh lagi.

 

Prinsip Kerja Mesin Quantum Teleportation

Berdasarkan pendekatan pengertian, teleportasi adalah teknologi menguraikan sebuah objek menjadi atom untuk kemudian dipindahkan dan di susun kembali menjadi objek asal tanpa di pindahkan secara kasat mata (manual). Dari pengertian tersebut, kita bisa menggambarkan bahwa cara kerja teknologi mesin terbaru, quantum teleportation adalah dengan menguraikan suatu objek yang akan di teleportasi menjadi partikel-partikel atom.

Partikel-partikel atom yang telah di uraikan kemudian di transferkan ke suatu tempat lain. Setelah partikel atom telah berpindah, atom-atom tersebut kemudian di susun kembali menjadi objek seperti sebelumnya lagi. Teleportasi menggunakan detail konfigurasi suatu objek bersama partikel atom yang di kirim ke tempat lain, sehingga dapat di susun menjadi seperti semula lagi.

 

Perkembangan dari Penelitian Mesin Quantum Teleportation

Ilmuwan dari berbagai negara besar mulai mencoba mengembangkan teknologi mesin teleportasi. Juli 2017, kelompok ilmuwan china berhasil mengirimkan foton dari Tibet ke satelit berjarak 300 mil menggunakan mesin quantum. Tidak mau kalah, dilansir dari Express, tim ilmuwan Rusia yang dipimpin Vladmir Putin melakukan uji coba mesin teleportasi hingga tahap molekular pada 28 Agustus 2018.

Para peneliti Rusia juga menciptakan program cybernetix dan komputasi kuantum untuk mendukung suksesnya mesin teleportasi. Sampai saat ini, para peneliti masih berlomba menciptakan mesin teleportasi yang berhasil memindahkan objek dengan masa yang besar seperti manusia. Ditargetkan, tahun 2035 teknologi mesin terbaru quantum teleportation rampung dikerjakan.